ini cuma diary nyampah ibu pekerja yang tua dijalan kena macet , bulukan dikejar target, dan suka nulis kalo kepepet...
Senin, 26 Januari 2015
PUISI BUAT ANAKKU
Hari ini saya lagi kehilangan selera humor, ngga mood, Mungkin lelah karena pukul 23.00 baru sampai rumah, extra keras ngejar2 client karena sales saya turun banget...
Kakak lagi demam, adek lagi flu,..
Saya mau nulis puisi aja buat anak2 saya, hmmm apa iya' saya bisa bikin puisi? bisaa aaaah, bisaaa...nih lihat puisi saya..
Anakku..
Sajadah ini penuh linangan air mata ditengah gulita malam,
Setumpuk permohonan untuk mu kuminta pada Tuhan,
Aku, ibu yang selalu meninggalkanmu hingga larut malam,
Aku, ibu yang tak menemanimu disaat engkau membutuhkanku,
Aku, ibu yang tak menyambutmu saat engkau pulang sekolah
Aku, ibu yang tak bisa membelaimu menyambut kantuk,
Anakku,
Tangis kerinduan di tengah kesibukan kadang hadir menyiksa ibu,
Perih menusuk saat kau mengirim pesan menanyakan jam pulangku,
Sesak dihati saat kau meminta ibu hadir menemani sore mu
Sajadah ini saksi bisu ibu saat terisak dalam doa,
Lelah seharian mengais rizki untukmu tak pernah kurasa,
Kantuk hebat karna jam tidurku yang kurang, tak pernah kuperduli,
Jangankan waktu, nyawa pun akan kuberikan untukmu nak,
Ibu hanya manjalani pilihan hidup,
Pilihan agar engkau bisa menikmati hidup lebih baik,
Pilihan agar engkau bisa meraih mimpi tinggimu,
Pilihan agar engkau bisa melewati masa tak sengsara,
Mungkin dengan pilihan ibu batinmu sepi,
Mungkin dengan pilihan ibu hatimu kosong,
Mungkin dengan pilihan ibu jiwamu memberontak,
Ketahuilah Anakku,
Ibu tak pernah ingin memilih ini,
tapi Ibu percaya dengan pilihan ini,
Tuhan akan mejagamu untukku,
Tuhan akan menemani sepinya batinmu,
Tuhan akan mengisi kosongnya jiwamu,
Anakku penguat Jiwaku,
Sajadah ini penuh linangan air mata ditengah gulita malam,
Kusebut namamu dalam setiap Doaku,
Dalam lelahku yang panjang, Dalam setumpuk kesedihan yang dalam,
hanya ada engkau, engkau, dan engkau yang kusebut selalu,
Anakku ,
Seandainya bisa memilih untuk mencucurkan keringat memasak masakan kesukaanmu,
atau duduk berlama lama diruangan dingin dan megah ini dengan setumpuk pekerjaan ,
Ibu ingin memilih mencucurkan keringat memasak masakan kesukaanmu,
Tapi ibu tak bisa memilih,
Anakku matahariku,
Biarlah Tuhan tak memberi ibu kesempatan menjagamu sepanjang hari,
kesempatan yang sangat ibu rindukan..
Kesempatan yang selalu menjadi harapan ibu,
Kesempatan yang selalu ibu minta diatas sajadah penuh linangan air mata doa,
Asalkan Tuhan memberimu kehidupan yang baik,
asalkan Tuhan memberimu kesehatan dan kemudahan ,
Tidurlah matahariku,
Tidurlah bersama belaian kasih sayang Ibu ,yang tak kau lihat,
Tidurlah dalam kehangatan selimut yang ibu pasangkan, yang tak kau lihat,
Tidurlah dengan pelukan dan kecupan sayang dari ibu ,yang tak kau lihat,
Tidurlah dengan bisikan doa ditelingamu , yang tak kau lihat
Ibu Menyayangimu dengan segenap jiwa dan raga yang ibu miliki...
---------------------------------------00.45 wib----------------------------------------------------
special For my lovely Son " Kakak dan Adek".
Dedek, saya sayang kamu juga, nanti saya bikinin juga puisi buat kamu,.
buat anak tangguh yang saya kenal.
Label:
anakku,
anakku buah hatiku,
cerita ibu,
cinta ibu,
kasihsayang ibu,
kisah ibu,
kisah ibu pekerja,
matahariku,
puisi buat anak,
puisi dari ibu,
puisi ibu bekerja,
puisi kasih sayang,
sajadah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar